Mengi saat usia pra sekolah

•Januari 15, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sedang mempelajari tentang preschool wheezing nih ceritanya buat maju presentasi jurnal di stase pediatri.

Judul jurnalnya : Preschool wheeze-impact of early fish introduction and neonatal antibiotics (Acta Pædiatrica, 2011)

Hmm.. jadi apa sih sebenarnya Preschool wheeze ini? Definisi dari preschool wheeze ini adalah wheezing (mengi) yang terjadi saat usia pra sekolah.

Wheezing atau mengi sendiri di definisikan dengan suara napas tambahan musikal, continous (durasi mengi lebih lama dari 250 ms) dan bernada tinggi dengan frekuensi dominan 400 hz atau lebih. Adanya mengi ini disebabkan oleh aliran udara dengan kecepatan tinggi melalui saluran napas yang menyempit.

Mengi yang terdengar saat inspirasi bisa dikarenakan adanya penyempitan saluran napas besar. Penyempitan ini bisa dikarenakan adanya obstruksi oleh benda asing, tumor,  sekret, atau paralisis pita suara. Mengi saat ekspirasi bisa dikarenakan adanya penyempitan saluran napas kecil. Penyempitan ini dikarenakan bronkospasme, penebalan/edema mukosa, obstruksi saluran napas parsial oleh tumor atau sekret.

mengi pra sekolah dibedakan berdasarkan:
Temporal pattern of wheezing
– episodic viral wheezing : anak-anak yang mengalami mengi intermiten dan semuanya terjadi antara episode viral.
– multiple trigger wheeze : anak-anak yang mengalami mengi baik selama atau antara dua episode viral. Anak yang mengalami mengi dengan pemicu multipel lebih besar kemungkinan akan mengalami asma alergika saat mereka tumbuh dewasa.
Duration of wheeze

– transient wheeze : timbulnya mengi sebelum usia 3 tahun dan menghilang saat usia 6 tahun.
– persisten wheeze : timbulnya mengi sebelum usia 3 tahun dan menetap selama masa anak-anak.
– late onset wheeze : timbulnya gejala setelah usia 3 tahun.

Terapi antibiotik pada usia dini dilaporkan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit alergi di masa mendatang. Mekanisme yang mendasari adalah adanya perubahan mikroflora di usus setelah pemberian terapi antibiotik diperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan toleransi oral, yang menginduksi perubahan pada sistem imunitas mukosa yang sedang berkembang ke arah polarisasi Th2.
Jadi kembali ke “hygiene hypothesis” yang membicarakan tentang keseimbangan Th1 dan Th2.
Terapi antibiotik pada neonatus dapat menjadi penanda adanya asma dan bukan merupakan suatu faktor kausatif. Keterlambatan maturasi sistem imun saat lahir dapat ditemukan pada bayi yang lahir dari orang tua dengan riwayat alergi⁄asma, yang dapat dilihat dari kadar sitokin dalam darah tali pusat atau respon terhadap stimulasi in vitro. Selain itu, terdapat data yang menghubungkan keterlambatan maturasi sistem imunitas saat lahir dan pada awal kehidupan setelah lahir dengan peningkatan risiko kejadian asma pada anak dan dengan peningkatan frekuensi penyakit saluran pernapasan bagian bawah. Produksi interferon-gama yang rendah saat lahir atau segera setelahnya dapat memprediksi akan terjadinya episode mengi rekuren di kemudian hari, dan produksi IL-5 berlebihan dari sel T saat lahir nampak berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya infeksi saluran pernapasan berat.

Komposisi lemak pada diet, meningkatkan perbandingan polyunsaturated fatty acids (PUFA) n-6 terhadap n-3, dilaporkan dapat mempengaruhi patogenesis penyakit alergi, dengan bekerja pada jalur inflamatorik dan imunologis. Ikan, yang kaya akan PUFA n-3, diperkirakan dapat melawan aksi dari PUFA n-6, sehingga akan mengurangi risiko alergi. Pemberian ikan sejak dini juga dapat menurunkan risiko eksema pada bayi dan rhinitis alergi pada usia pra-sekolah. Telah diperkirakan bahwa asupan ikan juga memiliki efek protektif pada terjadinya asma.

Kapan waktu yang tepat untuk memulai pemberian makan pada anak? Hal ini masih menjadi perdebatan dikalangan peneliti. Ada yang menyebutkan bahwa penundaan pemebrian makanan tambahan tidak mengurangi resiko terjadinya asma di masa mendatang. Namun panduan yang kita pegang saat ini adalah ASI ekslusif sampai 6 bulan. Hal ini dikarenakan saluran pencernaan anak sudah siap menerima makanan padat pada umur tersebut.

So kesimpulan dari jurnal tersebut adalah terdapat adanya peningkatan risiko mengi rekuren dan mengi dengan pemicu multipel pada anak usia pra-sekolah yang memperoleh terapi antibiotik sampai usia satu minggu setelah lahir dan  pemberian ikan sejak dini dapat mengurangi risiko terjadinya rekurensi mengi secara bermakna.

Uhuk.. uhuk…

•Juli 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Minggu-minggu ini kesehataan agak terganggu nih.. Batuk ga sembuh2.. bahkan minggu kemarin sempat kena laryngitis. Suara jadi kayak mulan jameela… *halah* Alhamdulillah suaraku udah balik lagi meski batuknya masih ngeyel ae…

Sebenarnya apa sih batuk itu???

Batuk  merupakan mekanisme perlindungan normal untuk membersihkan  tracheobronchial tree dari sekret dan benda asing. Komponen reflek batuk meliputi reseptor, jalur afferent, pusat batuk, jalur efferent dan efektor.
Reseptor batuk ada di laring, trakea, bronkus, saluran telinga, pleura, lambung, hidung, sinus paranasal, pharing, perikardium, dan diafragma. Reseptor juga banyak terdapat di bifurcatio bronkus khususnya di karina. Reflek batuk diawali oleh adanya rangsangan saraf sensory yg ada dibawah serta diantara epitel laring dan cabang2 trakeobronkial.
Batuk dimulai dengan inspirasi dalam diikuti dengan menutupnya glotis, relaksasi diafragma, dan kontraksi otot melawan penutupan glotis yg menyebabkan tekanan intratoraks meningkat. Ketika glotis terbuka, perbedaan tekanan yang besar antara saluran napas dan udara luar menghasilkan aliran udara yang cepat melewati trakea.
Trs apa saja sih penyebab reflek batuk??
Refleks batuk dapat ditimbulkan oleh:
1. Mekanik
stimulasi pada reseptor iritan pada epitel permukaan saluran
napas, oleh debu, asap, distorsi saluran napas, fibrosis paru,
atelektasis atau massa intrabronkial
2. Proses inflamasi spt post nasal drip, refluks gastro esofageal,
laringitis, trakeobronkitis
3. Stimulasi psikogenik
Rangsangan psikogenik dapat meningkatkan batuk karena stimulasi
mekanis dan inflamasi
Trs apa saja penyebab batuk kronik (> 3 minggu) selain TB??
1. Cough-variant asthma
2. Post nasal drip & postviral syndromes
3. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
4. Angiotensin-converting enzyme inhibitor-induced cough
5. Heart failure
6. Infeksi kronik & bronkiektasis
7. Immune-mediated disease&related causes

Heemmm.. kalo karakteristik dari tiap batuknya gmn ya??
Kalo penyebabnya trakeobronkitis biasanya ada sakit tenggorokan dan gejala saluran napas atas. Pada tumor batuknya non produktif dan kadang hemoptisis. Batuk karena PPOK atau asma biasanya batuk kering dg atau tanpa wheezing kalo keselek benda asing biasanya ada asphyxia/respiratory distress atau ada wheezing terlokalisir atau stridor. Batuk pada bakterial pneumonia dapat didahului oleh infeksi saluran napas atas, dahak purulen. Pada bronkitis batuknya produktif. Pada bronkiektasis batuk dg dahak banyak (tipe yg wet) dg dahak lapis 3 (dahak tampung 24 jam). Lung abses, batuk dg dahak berbau busuk, blood streak atau purulen. Pada TB atau infeksi jamur, batuk persisten dg sputum mukoid dan kadang hemoptisis. Pada left ventricular failure, batuk bertambah ketika terlentang, berkaitan dg adanya sesak ketika beraktivitas.

Satu gejala tapi bisa berarti banyak penyebab…
Trs termasuk yg manakah batukku??

(Dikutip dari PPT nya Dr. Aditiawarman, SpPD dan Pulmonary pathophysiology “Lange Physiology Series”)

Semua kan indah pada waktunya

•Januari 21, 2010 • 1 Komentar

Kadang kita meminta pada Allah setangkai bunga yang indah, tapi Allah swt berikan kaktus berduri.
Kita meminta kupu-kupu, tapi diberikan ulat.
Kita pun sedih, kecewa, bahkan marah!!
Namun kemudian, kaktus itu berbunga, indaaah sekali dan ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.
Itulah jalan Allah swt, indah pada waktu-Nya!
Allah tidak memberi apa yang kita harapkan, tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sediah kecewa, terluka, berburuk sangka, tapi jauh di atas segalanya Allah sedang merangkai yang TERBAIK dalam kehidupan kita, agar kita belajar untuk selalu IKHLAS dalam berucap dan bertindak.
[by M.A. Fattah Santoso]

Peanut Butter..

•Juni 24, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Resep ini original by Wied Harry Apriadji

selai kacang Bahan-bahannya:

  • 60 g  tepung terigu protein rendah (contoh: cap kunci biru)
  • 20 g tepung maizena
  • 20 g cokelat bubuk
  • 50 g cokelat masak pekat (dark cooking chocolate)
  • 100 ml minyak goreng
  • 100 g kacang tanah, panggang/sangrai hingga renyah, haluskan
  • 3 butir telur
  • 2 putih telur

Sisipan

  • 150 g kacang tanah
  • 2 sdm susu kental manis
  • 3 sdm susu cair tanpa/rendah lemak
  • 1 putih telur

Cara bikinnya:

  1. Sisipan: Panggangkacang tanah dalam oven atau sangrai hingga renyah, kupas kulit arinya. Sisihkan 1/3 bagian, cincang kasar. Haluskan sisanya hingga lembut dan berminyak. Campur kacang tanah cincang, kacang tanah lumat, susu kental manis, susu cair dan putih telur. Aduk hingga rata.
  2. Campur tepung terigu, tepung maizena, dan cokelat bubuk.
  3. Serut cokelat masak pekat dengan serutan keju, tim hingga seluruh cokelat meleleh, angkat. Masukkan minyak goreng, aduk hingga rata.
  4. Siapkan loyang ukuran 24 x 10 x 7 cm. Olesi bagian dasarnya dengan minyak goreng, lapisi bagian bawah loyang dengan kertas roti. Panaskan dandang berisi air di atas api sedang. Lapisi tutup dandang dengan serbet bersih
  5. Kocok telur dengan mikser kecepatan sedang hingga berbuih. Sambil terus dikocok, masukkan gula kastor sedikit demi sedikit. Kocok terus hinggakental. Matikan mikser, angat. Masukkan campuran tepung secara bertahap, aduk dengan pengocok bentuk balon (whisk) atau spatula hingga adonan licin. Tambahkan cokelat leleh dan kacang tanah lumat, aduk hingga rata.
  6. Tuang separuh adonan ke dalam loyang, kukus 10 menit. Ratakan bahan sisipan di atas kue, tuang sisa adonan di atasnya. Kukus lagi hingga seluruh kue masak (selama kurleb 30 menit). Keluarkan loyang dari dandang, diamkan hingga uapnya berkurang. Lepaskan kue dari loyang, buang kertas pelapis. Diamkan kue di atas rak kawat, hingga hangat. Potong-potong, sajikan hangat.

(disadur dari: Healthy Brownies, Brownies Sehat Alami Kukus dan Panggang, by Wied Harry Apriadji)

Pertemuan Ilmiah Respirologi (PIR) 2009

•Juni 20, 2009 • 1 Komentar

Tema : Optimal Use of Advance Respiratory Medicine

Tempat/tanggal: The Sunan Hotel, Solo/17-19 Juli 2009

SKP : – Workshop : 8 SKP

– Simposium : 8 SKP

Biaya Workshop:

Dr. Spesialis/Dr. Umum : Rp. 200.000 (s/d 11 Juli 2009, setelah itu Rp. 250.000)

Biaya Simposium:

Dr. Spesialis: Rp. 400.000 (s/d 11 Juli 2009, setelah itu Rp. 500.000)

Dr. Umum/Residen: Rp. 300.000 (s/d 11 Juli 2009, setelah itu Rp. 400.000)

Co-ass/Mahasiswa/Perawat: Rp. 250.000 (s/d 11 Juli 2009, setelah itu Rp. 350.000)

JADWAL ACARA:

*WORKSHOP

Tanggal : 17 Juli 2009

Jam : 08.00-16.00 WIB

Tempat : RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Topik :  Spirometri, Analisis Gas Darah dan Terapi oksigen

*SIMPOSIUM

Tanggal : 18-19 Juli 2009

Tempat : The Sunan Hotel, Solo

Topik :

Hari ke-1

– Stem Cell: The most prospective in the current medical

– SMART : Transformation Management of Asthma

– The simple way to achieve asthma control-ACT NOW!

– The rule of Biocurcumin as complementary and supportive medicine in internal diseases

– Smoking and COPD

-COPD : Etiopathogenesis approach

-Controversial in Tuberculosis diagnostic

Hari ke-2

-Thoracic oncology

-Bronchoscopy: Diagnostic and therapy for respiratory cases

-Respiratory care in ICU

-Obstructive lung disease

-Respiratory infection

Contact Person:

Waluyo : 08157671008

– Suyamti : 081548410743

– Arif Hasanudin: 081329705510

Cup cake pertamaku..

•Juni 16, 2009 • 3 Komentar

kemarin iseng2 pengin bikin cup cake.. Maksudnya sih buat bekal zefa sekolah, sekalian promo siapa tau ada yg mo pesan.. :p
Untuk basenya aku pake resep nya melted chocco brownie.. trs karena ga punya fondant juga buat ngehias, akhirnya aku pake wcc ma chocco chip warna (maksa.com). Hasilnya sih menurutku lumayan untuk amatiran kayak aku ini.. *pede aja lagi*
Untuk melted chocco brownienya, ini resepnya:
Bahan:
150 gr gula kastor
100 gr tepung terigu protein rendah
100 gr DCC (aku pake 110 gr biar lbh nyoklutzz)
100 gr mentega (aku pake butter)
2 btr telur
1 sdt vanili
Cara bikin:
1. mentega dan DCC dilelehkan
2. masukan gula, aduk rata, masukan telur (aku kocok dulu) dan vanila, aduk rata
3. terakhir masukan terigu sedikit demi sedikit, aduk sampai rata
4. masukkan adonan kedalam cetakan cupcake yg sudah dikasih kertas roti
5. kukus selama 10′ *resep aslinya sih di oven, tapi krn ovennya masih di toko, aku kukus ajaa :p*
6. angkat dan dinginkan
7. hias…
dan hasilnya….

melted chocco brownie cup cake

mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Not bad lah.. *menurutku lagi* dan yang bikin aku puas,  zefa bisa menghabiskan hampir 1 biji (sisa dikit bgt).  Kenyang bgt tuh… ^_^

Kapan2 kalo da rezeki, pengin beli fondant ah.. biar hiasannya makin mak nyus…

Rencana pending sekolah…

•Maret 19, 2009 • 2 Komentar

Udah tau kan kalo rencana PPDSku bulan juli 2009 nanti? Nah berhubung ternyata Allah punya rencana lain untukku, maka aku putuskan untuk menunda periode masukku ke Januari 2010.
Sebenarnya bingung juga mo tetap terus pa pending. Kebetulan pas kontrol kandungan, aku bertemu prof. Suradi. Sekalian aja aku konsultasi ke beliau. Beliau bilang terserah aku, mau masuk juli monggo, mau pending ke januari juga monggo.. Nah lo binggung kan?? Tapi mengingat 6 bulan pertama kan ga boleh ambil cuti or ijin, akhirnya setelah istikharah juga, aku putuskan untuk tunda aja.
Dan pagi ini aku dah ngasih kabar ke mas Waluyo tentang rencanaku.
So.. hayo siapa nih yang mau gantiin posisi ku buat periode Juli’09??

 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.