Hufh… akhirnya selesai sudah 2 minggu yang mendebarkan. Oke kali ini aku pengen bagi2 informasi tentang PPDS di UNS. Mulai dari apa aja yang harus dipersiapkan buat daftar sampai kisi2 ujiannya. But berhubung aku minatnya di pulmonolgi jadi soal2nya ya about pulmonolgi ya…
Pertama yang harus dipersiapin buat kelengkapan pendaftaran:
1. Permohonan ke Dekan FK. UNS
2. Formulir pendaftaran PPDS ( bisa dibeli ke bagian pendidikan FK UNS seharga RP. 150.000)
3. Ijazah dokter, legalisir
4. Ijazah Sarjana, legalisir
5. Transkrip Dokter n sarjana, legalisir
6. Surat Keterangan selesai PTT (bagi yang sudah)
7. Surat keterangan IDI (rekomendasi IDI)
8. Surat Keterangan Sehat (dari dokter pemerintah)
9. ATLS & ACLS (ga wqajib, tapi bisa nambah poin)
10. Surat Keterangan Depkes ( bagi PNS Depkes)
11. Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( minta pengantar dulu ke pak RT, trs ke kelurahan, trs ke kecamatan. trs ke polsek bayar Rp. 10.000, foto 4×6 2 lembar ma fotocopi KTP)
12. Sertifikat2
13. STR
Setelah semua lengkap, balikin formulir tersebut ke bag. pendidikan FK UNS sekalian bayar Rp. 750.000 sebagai biaya seleksi.
Masuk ke tahap ujian…
Waktu ujian di UNS ini lama banget. 2 minggu..!! Padahal center lain seperti UI, airlangga cuman beberapa hari aja. Minggu pertama, jadwal ujiannya wawancara ke pimpinan RS, wawancara ke pimpinan fakultas, EAP test dan terakhir psikotes.
Pertanyaan pas wawancara rata2 sama aja. Apa motivasi anda memilih bagian ini? jika jawabannya karena suka, kita diminta untuk membuktikan. Buktikan juga bahwa kamu lebih pantas diterima dibagian tersebut daripada yang lain. Pertanyaan yang lain adalah apa aja yang sudah kita persiapkan. untuk sekolah ini, dsb…
EAP (English Academic Purpose) test. Tes ini kayak TOEFL tapi tanpa listening. Menurutku lebih mudah sih… soalnya kebanyak tentag reading. Structure cuman seupil..
Psikotest.. hmm.. pusing… palagi sesi terakhir. Aku ga tau nama test nya apa. Yang jelas disitu ada 556 soal (kalo ga salah ingat) yang harus dijawab. Sebenarnya cuman disuruh milih pernyataan mana yang mencerminkan dirimu. Tapi kok ya lama2 puyeng juga ya… Selain itu ada warteg tes (itu lho 8 kotak yang ada gambar sedikit trs kita disuruh menyempurnakan) gambarnya). IQ test. Kraepelin test (disuruh nambah 2 angka dari bawah ke atas, di waktuin, trs kalo disuruh pindah, kita pindah ke kolom sampingnya) simpel, tapi lama2 eror juga. Tes ini sebenarnya buat menguji daya tahan kerja kita. So ga perlu sok2an nyelesaiin 1 kolom full. Yang penting stabil aja tinggi nya ma kolom disebelah2 nya. Tapi juga jangan terlalu pendek ya… Benar2 hari yang melelahkan..
Jadwal berikutnya adalah ujian di bagian masing2. Untuk Paru, ujian dimulai hari kamis untuk tes tulis (60 soal multiple choice dan 10 soal essai), Jumat tes jurnal (translet dari inggris ke indonesia dan dari indonesia ke inggris) dan terakhir hari sabtu tes wawancara/lisan (ada 4 penguji, salah satunya dari UI).
Ufh… akhirnya tinggal berdoa, minta yang terbaik dari Allah. Aku mah pasrah aja, secara dari semua peserta PPDS paru, aku yang termuda, masih ijo istilahnya. Diterima Alhamdulillah…., engga, mungkin ada ganti yang lebih baik lagi.
Oh ya ni ada sedikit bocoran soal essai kemarin:
1. Faktor resiko eksaserbasi asma
2. Apa itu pelangi asma
3. Faktor yang berperan pada kanker paru
4. Beda Asma & PPOK
5. Jelaskan gejala TB paru
6. Penyulit TB paru
7. Efek samping INH
8. Prinsip melakukan direct smear preparat dari sputum untuk pemeriksaan BTA
9. BTA basil tahan asam intraseluler, apa maksudnya
10. Pengertian MDR-TB & XDR-TB
Sedang tes wawancaranya
# dr. Wiwin (UI) -> Apa yang kita jawa, dikejar terus. Hati2 dalam menjawab
1. Kasus apa yang kau dalami (disini aku jawab PPOK)
2. Pengertian PPOK
3. Beda dengan ASMA
4. Beralih ke TB-> apa yang dimaksud MDR
5 Regimen untuk MDR apa
6. Golongan2 antibiotika
dst…. pusing deh…. suer… bis jawaban kita diputer2 ma bapaknya
# dr. Eddy (UNS)-> pertanyyan kita baca langsung dari komputer dan langsung kita jawab
1. Kegawatan paru apa aja
2. Jika ketemu pasien dg hemoptisis massif apa yang kita lakukan dan penyakit diluar paru yang bisa menyebabkan hemoptisis
3. Perbedaan tenggelam di air tawar dan air laut
4. Dari pemeriksaan fisik, apa beda efusi pleura kanan dengan atelektase
5. Klasifikasi asma akut berat
6. Gejala TB paru
7. Jika ketemu pasien dengan TB apa yang kamu lakukan? Regimennya gimana? Obat diberikan perhari ato ada yang lain? Kan ada tuh yang seminggu 3x, nah kenapa gitu?
8. Mengapa bisa terjadi MDR
9. Pembuatan preparat TB, pewarnannya pakai apa
10. lupa….
# Prof. Suradi (UNS)
1. DOTS apa
2. Kenapa angka kesakitan TB masih tinggi
lainnya lupa…. :p
# dr. Reviono (UNS)-> pertanyaan tergatung kita menguasai yang mana
1. Definisi PPOK
2. Beda PPOK dg Asma
3. Bagaimana untuk mengetahui obstruksi tersebut reversibel ato irreversibel
4. Bagaimana melakukan uji bronkodilator
enough…
Ok deh… sekian review aku tentang tes PPDS paru di UNS. Moga bermanfaat bagi semua.. n moga aku keterima… AMIIN….
Recent Comments